Agu
24
2016
Tak Berkategori

Focus Group Discussion Refleksi dan Evaluasi Partisipatoris

Focus Group Discussion (FGD) pada program Promosi Wirausaha Kehutanan dan IKM melalui Pameran Internasional ini dilaksanakan sebagai evaluasi program yang menghasilkan rekomendasi tindak lanjut paska pameran, asistansi yang dibutuhkan, dan perbaikan untuk usulan program kedepan.Refleksi dan evaluasi program yang dilaksanakan di Bali, tanggal 19-20 Juli 2016 diikuti oleh peserta penerima manfaat yakni, wirausaha kehutanan dan 10 IKM Furniture. Dengan metode partisipatoris dan pembelajaran orang dewasa FGD berjalan lancar dan banyak pembelajaran yang didapat oleh peserta. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan jalannya program, mulai darikelebihan dan kekurangan program yang sudah berjalan untuk kedua kalinya, serta peluang dan tantangan pasar yang terjadi saat ini. Dari keseluruhan rangkaian program promosi ini, yang paling menarik bagi peserta adalah keikutsertaan peserta dalam pameran dagang bertaraf internasional yaitu Indonesia Internatioanl Furniture Expo (IFEX) 2016. Selain kegiatan ini merupakan pengalaman baru, peserta juga mengungkapkan bahwa mereka mendapat pembelajaran bermakna selama proses pameran itu, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan pameran, hingga pendampingan paska pameran. Selain itu kepercayaan diri dan semangat untuk terus memperluas akses pasar internasional sangat dirasakan oleh para peserta pameran. Namun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan dari segi kesiapan peserta, khususnya mengenai komunikasi dan teknik negosiasi kepada calon buyer. Sangat dibutuhkan peningkatan kapasitas oleh pengusaha lokal untuk mendukung akses ke pasar internasional yakni kemampuan berbahasa inggris, teknologi IT, dan akses internet. Keterlibatan kelompok supplier kayu dalam pameran international sangat berarti dan bermanfaat untuk meningkatkan nilai lebih dari produknya (bahan baku kayu) kepada “pasar” yang lebih luas (bahkan pasar international), oleh karena itu sangatlah penting bagi kelompok supplier kayu untuk bisa ikut pameran international yang dipersiapkan secara matang. Kegiatan ini juga menjadi media kampanye bagi usaha perkayuan yang berorientasi pada keberlanjutan kehidupan yang lebih baik. SVLK merupakan tanda proses pengadaan kayu yang pro-lingkungan dan kelestarian alam, artinya juga kelestarian kehidupan manusia.SVLK sangat penting bagi supplier kayu terhadap pasar international. Hal ini sudah mereka sadari sepenuhnya, hanya dalam implementasi di tingkat domestik belum nampak posisi pentingnya SVLK (supplier kayuyang ber-SVLK). Pasar dalam negeri belum mampu melihat nilai lebih terhadap adanya SVLK pada supplier, sehingga penghargaan terhadap bahan baku dari supplier yang ber-SVLK tidak ada bedanya dengan harga bahan baku yang berasal dari supplier non-SVLK.Untuk meningkatkan arti penting SVLK, bukan hanya proses pengeluaran SVLK nya yang masih berhadapan dengan birokrasi praktis, tetapi lebih pada membuka kesadaraan baru tentang keberlanjutan kehidupan dari semua pihak yang mempunyai kepentingan terhadap kayu/dunia perkayuan, termasuk konsumen pecinta kayu. Berbagai bentuk kampanye dan pameran program terkait kelestarian lingkungan hidup dan SVLK memang harus terus digiatkan untuk pembelajaran yang lebih luas bagi khalayak umum, bukan sekedar dalam dunia bisnis perkayuan semata. Artinya, kegiatan pameran yang dilakukan dalam program ini sudah memberikan makna yang cukup luar biasa atas arti penting adanya supplier kayu ber-SVLK dan keterkaitannya dengan produk-produk kayu yang dibutuhkan kehidupan manusia.

Agu
4
2016

RIWANI Melakukan Monitoring dan Pendampingan Paska Pameran

Setelah terlaksananya kegiatan Pameran IFEX di bulan Maret 2016 yang lalu, maka aktivitas program paska pameran  selanjutnya adalah kegiatan Pendamping dan Monitoring peserta pameran. Kegiatan tersebut berlangsung pada bulan April 2016. Kegiatan pendampingan dan monitoring penting dilakukan ke peserta       paska pameran,karena melalui proses ini kita bisa mengetahui tingkat keberhasilan peserta setelah mengikuti pameran. Indikator  keberhasilan suatu pameran dapat diukur antara lain dengan bertambahnya kontak bisnis peserta, adanya potential buyer yang bisa ditindaklanjuti adanya pesanan/order yang diterima, maupun meningkatnya volume penjualan. Kegiatan monitoring dan pendampingan dilaksanakan oleh team Riwani bersama dengan konsultan yang berkompeten dibidang industri furniture secara bersamaan                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             bagi 10 IKM furniture dan 3 supplier kayu dengan mengunjungi tempat usaha mereka masingmasing, yakni Jepara, Klaten, Yogyakarta, Ngawi, Bali dan Tomohon. Kunjungan pendampingan dan monitoring dilaksanakan mulai tanggal 21 April 2016 hingga 28 April 2016. Kegiatan dan materi pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta, karena setiap peserta mempunyai kebutuhan pendampingan paska pameran yang berbeda.                                                                                           Asistensi atau pendampingan paska pameran sangat membantu keberlanjutan usaha peserta dalam meningkatkan usaha atau mengembangkan bisnisnya.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           Dari kunjungan pendampingan ini  teridentifikasi kebutuhan untuk pendampingan lanjutan dan jangka panjang bagi sebagian besar peserta. RIWANI Providing Assistance Trough Monitoring and Mentoring Program After Exhibition After the exhibition IFEX in March 2016, and then the post program activity after exhibition is mentoring and monitoring for exhibitors. Its activity held on April 2016. The activity of monitoring and mentoring is important to participant after the exhibition, because through this process, we can know the success level of participants after the exhibition. Indicator of success of an exhibition, it can be measured, such as the increase in business contact with participants, follow up to potential buyers, their orders received, as well as increase in sales levels. The activity of mentoring and monitoring delivered by RIWANI team and collaborate with consultants who are competent in the field of furniture industry jointly. For 5 IKM furniture and 3 wood supplier by visiting their respective places of business thaT located in  Jepara, Klaten, Yogyakarta, Ngawi, Bali and Tomohon. Mentoring and monitoring visits held on April 21th 2016 until April 28th 2016. Activities and subject of mentoring adjusted to their capacity business needs, because every participant has different needs after exhibition. Assistance or post exhibition mentoring is very helpful in improving the participant business continuity or development their business. From this mentoring visit identify the need for continue and long term mentoring for the participants.

Jun
17
2016
Tak Berkategori

Professional Coach Program

DSC_5589

RIWANI Globe telah dipercaya oleh lembaga kredit dari Jerman Savings Banks Foundation for International atau yang sering disebut SBFIC untuk memberikan pelatihan Professional Coach. Pelatihan ini ditujukan bagi 15 Account Officer dari 3 (tiga) Bank Pembangungan Daerah, yakni Bank Jateng, Bank Sulutgo, dan Bank Sumut. Pelatihan selama 5 hari yang dilaksanakan dari tanggal 30 Mei sampai dengan 3 Juni di Bank Jateng. Fokus pada pelatihan ini yakni  meningkatkan kemampuan Account Officer untuk dapat mentransfer ilmunya [...]

Jun
17
2016
Tak Berkategori

Market Forum Bagi Pelaku Usaha Kayu

DSC_4614

Market Forum merupakan salah satu rangkaian kegiatan paska pameran IFEX 2016 untuk memberikan pengetahuan yang lebih mendalam tentang akses pasar internasional. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada tanggal 26 Mei 2016 di Semarang oleh RIWANI Globe sebagai implementing partner dari MFP3. Peserta dari Market forum sendiri yaitu peserta dampingan MFP3 yang telah mengikuti pameran IFEX 2016 dan pameran IFFINA 2016. Terdapat 21 perwakilan perusahaan yang bergerak dibidang perkayuan yaitu furniture dan supplier kayu. Di lihat dari prosentase [...]

Jun
17
2016
Tak Berkategori

Partisipasi Wirausaha Kehutanan dan Supplier Kayu di Pameran IFEX 2016

DSC_3181

Pameran IFEX 2016 merupakan inti dari program secara keseluruhan  yakni mengikuti pameran dagang internasional. RIWANI Globe sebagai implementing partner dari MFP3 dipercaya untuk mendampingi para pengusaha fruniture dan supplier kayu. Pameran yang diikuti adalah pameran furniture internasional IFEX (International Furniture Expo) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemaroyan Jakarta yang berlangsung selama 4 hari, mulai 11-14 Maret 2016. Kegiatan pameran diikuti oleh 11 IKM furniture dan 3 suplier kayu.  11 IKM yang terpilih berasal dari  berbagai [...]

Halaman:1234567...18»